Pages

Life of PI: Menyadari Kebesaran Tuhan Lewat Alam

Life of PI diangkat ke layar lebar dari novel dengan judul sama. Yang menarik, sejak berita tentang pembuatan film ini, banyak pembaca novelnya ragu apakah mungkin bisa diterjemahkan ke dalam film mengingat daya imajinasi sang penulis begitu luar biasa.

Begitu nama Ang Lee dipilih menjadi penanggungjawab film Life of PI, tantangan tersebut sedikit banyak terjawab. Ok, film sebelumnya Brokeback Mountain walau bagus tetap kalah di Oscar dengan karya lain ala Hollywood (inikah lambang hegemoni Amerika?). Tapi maha karya Ang Lee terekam kuat dalam benak penggemarnya saat melahirkan Crouching Tiger, Hidden Dragon yang spektakuler.




Maka pantas bila Life of PI pun ditunggu penikmat film. Apalagi semenjak gembar-gembor review positif yang tercurah selama test screening-nya.

Life of PI, gaya penuturan film ini serupa dengan Titanic. Ada adegan saat pewawancara menanyakan ke narasumber atas kejadian masa lampau yang menjadi isu sedap di dunia. Dengan lugas dan santainya, pemeran utama kita mendongengkan pengalaman luar biasanya saat harus mengarungi kesepian tengah samudera dengan hanya ditemani seekor harimau. Mulai rasa takut hingga berhasil menjadikannya sahabat.

Tapi inti film ini bukan hanya itu. Life of Pi juga mengisyaratkan keintiman manusia dengan sang penciptanya. Masih terbayangi dengan agama dan kepercayaan, peristiwa ajaib tadi malah menghantarkan tokoh utama ke daerah yang lebih personal dan sensitif.



Ang Lee dengan pintarnya memadukan hukum alam dengan dunia showbiz menjadi satu produk yang patut dibicarakan. Habitat dan ekosistem mulai dari kebun binatang, laut, hingga pulau tak bernama dilukiskan dengan sangat nyata. Kita seperti diajak menonton Animal Planet.

Pada adegan bencana alam, badai pun dibuat senyata mungkin. Tanpa diperlihatkan orang terkasih kita menjadi korban, adegan tersebut malah menjadi salah satu dari sekian banyak adegan terkuat di film ini. Enigma Tuhan yang dipertanyakan oleh Pi akan tujuan hidup dan kepergian 'teman baik'-nya menimbulkan sejuta dan keberagaman pertanyaan akan kehidupan paska berjuta rintangan tersebut.

Begitu banyak kejutan yang Ang Lee berikan, mulai dari kenaturalan akting para pemain 'tidak terkenal'-nya, beragam makhluk bumi yang amat cantik, kekuatan dialog yang berisi, hingga sinematografi yang menakjubkan.



Semangat pesan moral yang dibeberkan Ang Lee sangat pas ditujukan bagi manusia sehubungan interaksinya dengan alam dan pencipta. Perihal agama, cinta kasih terhadap sesama makhluk, perjuangan dan tujuan hidup memang ditata dengan sangat rapih.

Kemampuan bercerita yang kokoh dan kesempurnaan lukisan bergerak dari film ini adalah bukti nyata bagaimana seorang non-Amerika mampu menggabungkan beberapa kultur dan negara di dalam satu layar.


Life of Pi
Sutradara: Ang Lee - Skenario: David Magee / Penulis Novel: Yann Martel - Aktor: Suraj Sharma (Pi Patel) - Irrfan Khan (Pi Patel dewasa) - Ayush Tandon (Pi Patel 11 tahun) - Gautam Belur (Pi Patel 5 tahun) - Tabu (Gita Patel)